IDUL FITRI BUKAN AKHIR RAMADHAN

Assalamu'alaikum.

IEDUL FITRI BUKAN AKHIR ROMADHON

Iedul fitri, secara bahasa adalah kembali fitrah, kembali suci. Iedul fitri biasa dilaksanakan setiap 1 Syawal tiap tahunya. Bulan Syawal adalah bulan setelah rhomadhon, sehingga apakah benar Idul Fitri merupakan akhir dari ritual ibadah puasa? .

Seperti telah diketahui bersama pelaksanaan puasa tidak hanya dilakukan oleh umat Muhammad, tapi sudah dilaksanakan oleh umat-umat sebelumnya. Sehingga apakah Iedul Fitri juga sudah dilaksanakan oleh umat sebelum Muhammad?.

Menurut sejarah, sirah perjalanan Rosulullah, Muhammad diangkat menjadi nabi pada usia empat puluh tahun, sejak menerima wahyu pertamanya di gua hira ketika beliau bertahanut, berkhalwat, mengasingkan diri di gua hira. Setelah diangkat menjadi Nabi, beliau memegang amanat kehidupan yaitu untuk menjadikan hukum/aturan Alloh menjadi yang tertinggi diatas segala hukum yang ada di dunia ini. Pada kenyataanya pada saat itu masyarakat Mekah sudah ada aturan/hukum yaitu hukum Jahiliyah. Sehingga apa yang Muhammad dakwahkan kepada masyarakat arab untuk menjadikan hukum Alloh menjadi hukum tertinggi di masyarakat Arab (Mekah) mendapat penentangan dari masyarakat Arab yang memang sudah menggunakan hukum Jahiliyah (hukum buatan manusia). Bukan saja Muhammad yang dibenci oleh masyarakat jahiliyah, tapi termasuk juga pengikut-pengikutnya. Sehingga pengikut Muhammad mendapatkan penganiayayan dan pengasingan. Karenanya pada masa tahun ke 13 kenabian pengikut Muhammad hijrah ke Madinah. Penerimaan masyarakat Madinah terhadap dakwah Muhammad ini sangat baik, sehingga berkembang pesat.

Pada tanggal 18 Romadhon 8H, Muhammad bersama umatnya, kaum muhajirin dan anshor melaksanakan perjalanan menuju mekah. Perjalanan ini sangat dirahasiakan, umat nabi tidak mengetahui tujuanya mau kemana. Dengan tujuan supaya tidak diketahui oleh masyarakat Mekah, dengan harapan supaya masyarakat Mekah tidak mempersiapkan persenjataan. Perjalanan dari Madinah menuju mekah ini memakan waktu berhari-hari, dan di tiap peristirahatan melakukan itikap, bertepatan dengan 30 Rhomadhon pasukan Muhammad ini sampai di Mekah pada malam hari, merka mengelilingi Mekah sambil menyalakan obor dan mengumandangkan takbir (seperti yang sekarang kita dengar setiap akhir bulan Rhomadhon).
Nabi Muhammad mengultimatum "Siapa yang berada di sekitar ka'bah atau sekitar rumah Abu Sofyan maka akan selamat". Pengepungan ini tidak mendapatkan perlawanan yang berarti.
Kemenangan umat islam menguasai mekah ini bertepatan dengan 1Syawal 8H, peristiwa ini sering disebut futuh Mekah, atau sekarang sering dikenal Iedul Fitri (kembalinya ke pada kesucian yaitu berlakunya hukum Alloh) di Mekah.

Jadi sebenarnya antara puasa bulan Romadhon dengan dengan perayaan Idul Fitri tidak ada hubunganya. Futuh Mekah ini merupakan akhir perjalanan rosululloh dalam menerapkan seluruh perintah Al Quran.

Sehingga ucapan yang sering kita dengar "Minal aidzin walfaidzin" dari yang kembali dan menang, bukan mohon maaf lahir dan bathin. Kalau mohon maaf kepada sesama tidak boleh lebih dari tiga hari, punya kesalahan sesegera mungkin minta maaf, jangan nunggu iedul fitri.

Tujuan dari puasa dari bulan Rhomadhon adalah untuk menjadi manusia bertaqwa, bukan untuk menjadi kembali fitrah (suci). Karena sebenarnya orang-orang yang berpuasa adalah orang yang memang sudah fitrah secara pribadi. Sedangkan Idul Fitri adalah kembali Fitrahnya wilayah mekah dengan ciri yang berkuasa itu umat islam sehingga aturan Alloh bisa dilaksanakan sempurna tanpa ada halangan/ kotoran dari jahiliyah.

Apakah Indonesia layak merayakan Idul Fitri, 1 Syawal 8H adalah hari kemerdekaan umat Islam Mekah.

Komentar